60 Persen Desa Rawan Bencana

BPBDTUBEI, Bengkulu Ekspress – Dari 109 desa dan kelurahan di Kabupaten Lebong, sebanyak 60 persen diantaranya tergolong berada di wilayah rawan bencana. Ironisnya, hingga kini BPBD belum memiliki peralatan memadai untuk penangana bencana yang terjadi, seperti alat berat untuk megevakuasi material longsoran.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Lebong Drs Syamsul Bahri.

“Potensi bencana di Lebong ini cukup banyak, yang rutin terjadi setiap tahun  banjir, longsor, dan kebakaran. Sedangkan potensi lain yakni bencana pencemaran udara, gempa, dan lainnya tidak terlalu berpotensi,” ungkap Syamsul.

Wilayah rawan bencana di Kabupaten Lebong, tersebar di 12 kecamatan. Bencana banjir rawan terjadi di sepanjang aliran Sungai Air Ketahun, terutama di Kecamatan Lebong Utara, Kecamatan Uram Jaya. Kerawanan banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Pelabai yang dilalui Sungai Air Santan. Untuk bencana longsor rawan terjadi di sepanjang jalur lintas Lebong- Bengkulu Utara, jalur Lebong-Curup dan jalur Muara Aman- Pinang Belapis.

“Pada musim penghujan bencana yang mengintai Kabupaten Lebong, yakni banjir terutama diWilayah Kecamatan Uram Jaya, Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pelabai. Sedangkan longsor mengancam jalur lalu lintas yang ada di kabupaten Lebong,” jelas Syamsul.

Meski Kabupaten Lebong memiliki banyak ancaman bencana, namun BPBD sendiri sampai saat ini masih kekurangan peralatan terutama untuk penanganan bencana.

“Sebenarnya dengan kondisi Kabupaten Lebong yang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, BPBD layak memiliki alat berat, namun hingga saat ini tidak ada. Kita sudah mencoba mengusulkan pengadaan alat berat melalui APBD maupun Proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana namun belum di penuhi,” pungkasnya. (777)