59 Desa Belum Ajukan Pencairan Dana Desa dan ADD

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Semenjak telah dikeluarkannya rekomendasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) mengenai telah bisa mencairkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Dari 93 desa yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Lebong, diketahui masih ada 59 desa yang sama sekali belum melakukan pengajuan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kabid PMD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) Lebong, Eko Budi Santoso SP M Eng mengatakan, bahwa hingga kemarin (5/4) baru 13 Desa yang telah meminta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

“Sementara yang persayaratnya sudah lengkap yang telah mengajukannya kepada kita sebanyak 21 Desa,” jelasnya, kemarin (5/4).
Dimana dalam pencairan DD dan ADD tahun 2018 ini, para Pemerintah Desa (Pemdes) harus melengkapi beberapa syarat. Seperti surat permohonan penyaluran DD tahap I, Dokumen RPJMDes, RKPDes, APBDes tahun 2018, Rekomendasi tim pendamping Kecamatan, Keputusan Kecamatan tentang evaluasi APBDes 2018 serta beberapa persyaratan lainnya.

“Dari syarat yang telah diserahkan, maka kami lakukan pemeriksaan untuk menyatakan layak atau tidaknya desa tersebut mendapatkan rekomendasi melakukan pencairan DD tahap I,” sampainya.
Nantinya jika telah dinyatakan memenuhi syarat dari pihaknya (Dinas PMDS), maka Pemdes segera mengajukan proses pencairan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong dengan kembali memenuhi syarat yang telah ditetapkan sebagai syarat pencairan di BKD.

“Maka mereka tinggal menunggu, kapan DD mereka akan dicairkan atau diserahkan BKD,” ujarnya.
Masih banyaknya desa yang syarat untuk pencairan DD dan ADD belum lengkap, Eko meminta, kepada Pemdes untuk bisa segera melengkapi. Sehingga pencairan tidak tertunda dan DD yang diterima nantinya bisa langsung digunakan untuk kegiatan atau pembangunan desa setempat.

“Kami masih akan menunggu hingga tanggal 1 Juni 2018 mendatang, batas akhir pengajuan,” tutur Eko. (614)