500 Kelambu Disiapkan untuk Suluk

Jamaah Banyak dari Luar daerah

CURUP, BE– Pada Bulan Ramadhan tahun 2017 ini, pengajian ilmu tasawwuf Thoreqat Naqsyabandiyah akan kembali membuka pengajian yang dikenal dengan pengajian suluk. Dimana pada tahun 2017 ini panitia membatasi jumlah pesertanya yaitu hanya sebanyak 500 orang.

“Sesuai dengan kesepakatan dengan pemerintah dan sejumlah pihak terkait, tahun ini jumlah peserta hanya 500 orang, sehingga jumlah kelambu yang kita siapkan sebanyak 500 kelambu,” ungkap Wakil Ketua Umum pengajian ilmu tasawwuf Thoreqat Naqsyabandiyah, M Edy saat ditemui disekretariat pengajian ilmu tasawwuf Thoreqat Naqsyabandiyah di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Selasa (25/4) kemarin.

Hanya saja menurut Edy, meskipun panitia hanya membatasi jumlah peserta sebanyak 500 orang, saat ini peserta yang mendaftar sudah mencapai 600 orang lebih.

Meskipun jumlah pesertanya lebih dari kapasitas yang telah ditetapkan, namun menurut Edy pihaknya tidak akan memaksakan peserta tersebut untuk ikut, peserta yang lebih tersebut akan dimasukkan pada pengajian gelombang kedua yang akan dilaksanakan diakhir Bulan Ramadhan nanti. “Untuk yang lebih nanti akan kita masukkan ke gelombang kedua,” tambah Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, dari 600 peserta suluk yang sudah mendaftar tersebut, kesemuanya dari luar Provinsi Bengkulu dan Lubuklinggau seperti dari Kota Palembang, Daerah Komering Sumatera Selatan, Jambi, Medan, Jabodetabek hingga dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Diakui oleh Edy, memang untuk pengajian suluk tahap pertama dikhususkan untuk peserta dari daerah yang cukup jauh. Karena bila mereka mengikuti pengajian gelombang kedua, dikhawatirkan mereka tidak bisa mengikuti lebaran Idul Fitri, mengingat untuk gelombang kedua akan berakhir tiga hari sebelum lebaran.

“Untuk gelombang kedua memang kita khususkan untuk yang berasal dari daerah terdekat paling jauh perjalanan pulangnya sehari,” terang Edy.

Untuk mengantisipasi adanya peserta pengajian tersebut meninggal dunia, Edy mengaku pihak panitia akan mengikuti seluruh kesepakatan bersama pemerintah dan sejumlah pihak terkait lainnya, seperti makanan pembuka puasa yang selama ini sagun akan diganti dengan buah.

Kemudian peserta wajib melampirkan surat keterangan sehat dari dokter meskipun menurutunya saat tiba dilokasi akan kembali diperiksa lagi. Untuk ukuran kelambu sendiri, menurut Edy ukuranya sudah diperluas menjadi ukuran 1 X 1 meter sehingga sirkulasi udara lebih luas lagi.

“Kita tahun ini sudah menambah sejumlah fasilitas pendukung lainnya, sehingga pelaksanaan suluk nanti bisa berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang kita inginkan,” demikan Edy.(251)