50% Warga Trans Minggat

Ilustrasi
Ilustrasi

BINTUHAN, BENGKULU EKSPRESS – Hampir separoh atau sekitar 50 persen Kepala Keluarga (KK) tranmigrasi asal Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) di Desa Kedataran Sambat Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, minggat atau kembali pulang ke daerah asal mereka, yakni Kuningan Jawa Barat. Mereka pergi meninggalkan lokasi transmigrasi karena ingin mencari kehidupan yang lebih layak lagi.

“Ya untuk saat ini ada sekitar 96 KK yang dinyatakan telah pulang ke tanah asal mereka, dari jumlah 198 KK Trans Kedataran yang ada di Kecamatan Maje,” kata Kepala Disnakertran Kaur, Ir Sulaiman melalui Kabid Trasnmigrasi, Dedi Gubrizal SHut, kemarin (5/11). Dikatakan Dedi, warga yang sudah pulang ke Jawa itu, sebagian mereka meninggalkan rumah dan lokasi mereka di trans itu. Namun sebagian lagi mereka hanya mudik, melihat keluarga di Jawa dan sebagainya. Namun untuk warga trans yang tidak kembali lagi ke lokasi trans, pihaknya akan segera melaporkan ke Kementerian Transmigrasi. Kemudian pihak kementerian yang akan memanggil pemerintah daerah asal penduduk trans yang pulang guna untuk mencarikan penganggantinya kembali. Diduga minggatnya sebagian warga trans itu karena tidak betah dengan kondisi mereka yang tidak sepaham dengan warga lokal yang mendiami desa tersebut.

“Mereka yang pergi itu rata-rata trans dari DKI karena mereka tidak sejiwa, karena mereka itu bukan dari petani, tapi kalau untuk yang lain itu rata-rata betah, dan juga nanti yang pergi ini akan ada pegantinya,” terangnya. Ditambahkannya, sebelum penghuni Trans Kedataran pergi, ada sekitar 196 KK dengan rincian trans penduduk setempat (TPS) sebanyak 98 KK, dan Trans Penduduk Asal (TPA) sebanyak 98 KK, adapun penghuni trans yang meningalkan lokasi yaitu trans TPA. Dengan begitu saat ini pihaknya sudah mendata untuk penganti penghuni trans. Juga saat ini sudah ada 6 KK yang sudah siap menempati rumah trans yang ditingal penghuninya.

“Nanti dalam waktu dekat ini atau sekitar akhir November ini insyaAllah 6 KK dari Kuningan akan datang ke Kaur ini, untuk menggantikan warga trans yang pergi itu. Mereka di trans ini kita berikan Jadup makan selama lima bulan, dan mudah-mudahan yang lainya betah di lokasi trans itu,” jelasnya. (618)