5 Ton Kopi Merah Siap Diolah

Kades Rindu Hati, Sultan Muklis menunjukkan lantai jemur yang sengaja dibangun untuk menjemur kopi petik merah yang berkualitas, kemarin.
Kades Rindu Hati, Sultan Muklis menunjukkan lantai jemur yang sengaja dibangun untuk menjemur kopi petik merah yang berkualitas, kemarin.

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Langkah Pemerintah Desa (Pemdes) Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dalam mengelola kopi petik merah tak bisa diremehkan.

Kepada jurnaslis Harian Bengkulu Ekspress (BE), Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Sultan Muklis SH mengutarakan bahwa pihaknya sudah menampung sebanyak 5 ton kopi merah yang berasal dari para petani.

“Sebanyak 5 ton kopi basah sudah ditampung. Kopi tersebut tidak sembarangan, melainkan kopi yang benar-benar sudah matang,” ungkap Sultan Muklis.

Agar cita rasa kopi menjadi berkualitas, sambung Kades, pihaknya akan melakukan pengolahan secara manual tanpa menggunakan mesin. Tak hanya itu, proses penjemuran pun dilakukan dengan skala besar dan pada lantai jemur khusus untuk mengeringkan kopi basah sebelum ditumbuk menjadi serbuk kopi.

“Meskipun membutuhkan tenaga yang besar, produksi serbuk kopi secara manual ini diharapkan mampu menciptakan rasa kopi yang baik. Dengan harapan, serbuk kopi Desa Rindu Hati bisa memberikan kepuasan bagi para penikmat kopi,” ujarnya.

Sesuai dengan rencana, sambungnya, Pemerintah Desa (Pemdes) akan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Rindu Hati untuk membantu proses pemasaran. Bahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan pengurus Ulayat Bengkulu untuk membantu mempromosikan kopi khas Desa Rindu Hati ke seluruh Provinsi Bengkulu bahkan ke kancah nasional dan Internasional.

“Pada Festival Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu 2017 lalu, kopi bubuk Desa Rindu Hati berhasil meraih prestasi dan mendapatkan juara. Ini membuktikan bahwa kualitas kopi Rindu Hati mampu bersaing dan bisa membantu membesarkan nama Kabupaten Benteng,” pinta Kades. (135)