5 Tahun, Usulan Warga Tak Direspon

MERIGI KELINDANG, BE – Masyarakat Desa Penembang Kecamatan Merigi Kelindang mempertanyakan keseriusan Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (P3) Bengkulu Tengah meningkatkan sektor pertanian. Sebab, usulan masyarakat untuk pembangunan jalan usaha tani sejak tahun 2010 atau lima tahun belum dilakukan respon guna pembangunan. Sehingga masyarakat tetap susah payah untuk melewati akses jalan tanah yang dibangun seadanya oleh warga.
Dijelaskan warga setempat Andrizal yang juga penyuluh pertanian bahwa warga Desa Penembang melakukan gotong royong untuk membersihkan jalan tersebut. Dengan harapan adanya perhatian pemerintah terutama Dinas P3 segera membangun jalan usaha tani .”Dijalan ini setiap harinya aktifitas warga mencapai 90 yang melewati jalan ini,” tegas Andrizal.
Ia menjelaskan hingga saat ini Dinas P3 belum memberikan kepastian akan pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilo meter yang sangat-sangat diharapkan masyarakat. “Kemaren saat kita konfirmasi lagi, katanya masih ditinjau ulang,” ucapanya.
Padahal kawasan Desa Penembang ditargetkan menjadi daerah obsus Padi Sawah 2015. Dengan infrastruktur yang sangat memprihatikan tersebut masyarakat tidak akan optimal dalam megalakan pertian sehingga upaya untuk mencapai peningkatakan hasil pertanian terancam gagal. “Kondidisnya seperti ini kita lakukan gotong royong untuk pembersiahan jalan. Supaya Pemeritah Daerah terutama Dinas Pertanian memberikan kepedulian betapah akses jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Andrizal bahwa masyarakat setempat sangat mendukung pembangunan jalan dan warga tidak menuntut ganti rugi tanam tumbuh bagi tanaman masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan usaha tani nantinya. “Untuk lahan masyarakat tidak memusingkannya, bagi tanaman yang terkenah gusur pembangunan jalan nantinya kita tidak akan menuntutu ganti rugi,” katanya.
Warga lainya Eli Kihajar mengharapkan Pemerintah Daerah memperjuangkan kepentingan warga Desa Penembang. “Masyarakat sangat mengharapkan pembangunan jalan usaha tani karena ini akses satu-satunya masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian,” tegasnya. (320)