5 Poin Deklarasi Cinta Damai FKUB

ary-deklarasi-fkub-1
DEKLARASI: Forum kerukunan umat beragama (FKUB) Kabupaten Rejang Lebong saat membacakan deklarasi cinta damai di halaman Kantor Bupati Rejang Lebong, Selasa (15/11) kemarin. (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Untuk menjaga semangat kebhinekaan ditengah-tengah masyarakat Rejang Lebong, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rejang Lebong menggelar deklarasi cintai damai.

Deklarasi cintai damai tersebut dilaksanakan disela-sela kegiatan Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Rejang Lebong selasa (15/11) kemarin. Deklarasi tersebut juga dilakukan oleh Ormas, MUI, BMA, organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Dalam sambutannya saat menjadi inspektur apel besar kebhinekaan cinta damai, Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM mengungkapkan bahwa semangat kebhinekaan harus dikedepankan dalam segala hal.

Karena menurut Wabup, Bhineka Tunggal Ika memiliki makna berbeda-beda namun tetap satu. Oleh karena itu dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu dan berdaulat, adil dan makmur, patriotismes progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomo, berdaulat dalam bidang politik dan berkpribadian dalam kebudayan.

“Para leluhur kita mengajarkan pentingnya arti nilai persatuan dan kesatuan. Kita diingatkan melalui peribahasa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” terang Wabup.

Lebih lanjut Wabup berpesan agar persatuan yang ada saat ini terus dibina dan dikembangkan dalam kebersamaan. Dimana menurut Wabup semangat persatuan, kebersamaan, solidaritas dan kebhinekaan harus terus menyala dalam dada dihati sanubari seluruh elemen masyarakat.

“Untuk menghadapi masa depan yang penuh akan persaingan, kita semua harus meningkatkan kualitas secara menyeluruh. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikuasai, karena dunia dimasa yang akan datang akan ditentukan oleh kemajuan dan teknologi,” papar Wabup.

Labih jauh Wabup menjelaskan, kelemahan masyarakat saat ini adalah kurang percaya kepada diri sendiri sebagai bangsa. Sehingga kita menjadi bangsa plagiator, kurang percaya -mempercayai satu sama lain, padahal menurut Wabup pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat Gotong Royong. Kemudian kelemahan lainnya menurut Wabup adalah kurang berjiwa gigih melainkan terlalu lekas mau enak dan cari gampangnya saja.

“Semua itu, karena makin menipisnya rasa harkat nasional, kemudian makin menipisnya rasa bangsa dan rasa hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri,” demikian Wabup.

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai yang diselenggarakan dihalaman Kantor Bupati Rejang Lebong kemarin dihadiri oleh unsur FKPD dan SKPD Kabupaten Rejang Lebong sedangkan pesertanya berasal dari sejumlah elemen mulai dari pelajar, PNS TNI dan Polri. (251)

 Poin Deklarasi Bersama FKUB Kabupaten RL

1. Tetap Setia Kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Tetap menjaga kebhinekaan dengan menghargai perbedaan suku bangsa, agama, ras dan kepercayaan masing-masing demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang damai untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia

3. Menolak segala bentuk faham anti Pancasila dan UUD 1945

4. Menolak dan menentang segala bentuk faham radikalisme, terorisme dan bentuk-bentuk tindakan keras lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan dan perselisihan dimasyarakat yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Memelihara dan mengembangkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam membangun peradaban bangsa dan negara.