450 Ha Sawah Terbengkalai, Pajale Terancam Gagal

APRI/Bengkulu Ekspress Irigasi di Desa Kecamatan Tanjung Agung Palik yang membuat lahan pertanian tidak dapat bercocok tanam hingga akhir tahun 2017 mendatang, kemarin (5/9).
APRI/Bengkulu Ekspress Irigasi di Desa Kecamatan Tanjung Agung Palik yang membuat lahan pertanian tidak dapat bercocok tanam hingga akhir tahun 2017 mendatang, kemarin (5/9).

TAP, Bengkulu Ekspress – Akibat pekerjaan perbaikan bendungan di Desa Sengkuang Kecamatan Tanjung Palik (TAP), setidaknya 450 Hektare (Ha) lahan pertanian mengalami kekeringan, sehingga tidak dapat digunakan untuk menanam padi. Akibatnya, program Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) yang ditargetkan tahun ini, tidak dapat tercapai. ‘’Kekeringan ini serempak dengan pelaksanaan pekerjaan bendungan di Desa Sekuang. Kalau sebelumnya tidak ada kekeringan. Jadi sudah lebih dari 1 bulan terakhir ini terjadi kekeringan,’’ ujar Camat TAP, Nirwan Tomeri SH melalui Sekcam, Supomo.

Ia menambahkan pengeringan irigasi telah disampaikan kepada seluruh kelompok tani (poktan). Sehingga para petani mengetahui akan rencana pengeringan yang akan terjadi sampai akhir Desember tahun ini. ‘’Sudah disosialisasikan. Seluruh Poktan sudah dipanggil dan dimusyawarahkan mengenai pekerjaan perbaikan bendungan, yang ditargetkan selesai Desemeber mendatang,’’ ungkapnya.

Ia juga menyampaikan perbaikan bendungan membuat petani kehilangan 1 kali musim tanam. Sedangkan untuk mengisi kegiatan selama pengeringan irigasi, petani bisa menanam jagung, kedelai, ubi maupun sayur-sayuran yang masa panennya singkat serta tidak memerlukan perawatan yang sulit.

‘’Yang penting jangan dialihfungsikan, dengan menanam karet, sawit atau tanaman berkayu lainnya. Karena dapat merusak lahan dan menghilangkan fungsi sawah,’’ terangnya.

Proyek pembangunan bendungan ini, memang sudah cukup lama direncanakan. Bahkan pekerjaan ini sempat dialihkan lantaran ketidaksiapan petani setempat. Kemudian di tahun 2017 ini, pembangunan dapat direalisasikan dengan anggaran mencapai Rp 5 Miliar.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) BU, Darlis SP menyebutkan telah mempersiapkan langkah agar program Pajale masih dapat terealisasikan sesuai target. Sehingga ia terpaksa mengalihkan ke daerah lain yang lahan pertaniannya dapat berfungsi normal.

‘’Dari 32 ribu Hektare luas lahan pertanian, kita targetkan 28 ribu Hektare tahun ini dapat ditanami Pajale. Sehingga untuk 450 Hektare lahan pertanian yang tidak dapat terbengkalai lantaran perbaikan bendungan di Kecamatan Tanjung Agung Palik, maka kita sudah alihkan ke daerah lain,’’ jelasnya.

Untuk itu, ia tetap optimis target tanam Pajale di Kabupaten BU, masih dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Walaupun nantinya masih kurang dari target, namun tidak menurun terlalu signfikan. Karena perbaikan bendungan, merupakan suatu yang sangat penting guna keberlangsungan lahan pertanian kedepan.

‘’Insyaallah masih dapat tercapai sesuai target. Pengeringan ini hanya dibeberapa titik lahan pertanian saja. Dan tujuannya, juga untuk perbaikan saluran irigasi petani,’’ pungkasnya.(816)