43 Siswa Tak Ikuti UN

Ari, Wakil Bupati bersama Kapolres dan jajarannya saat menggelar sidak UN di SMAN 1 Curup Kemarin (1)

CURUP, BE – Dihari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA Sederajat di Kabupaten Rejang Lebong kemarin (13/4), sejumlah siswa SMA/MA dan SMK yang seharusnya mengikuti UN tidak menghadiri ujian tersebut.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress setidaknya ada 43 siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta UN namun tidak hadir. Dari ke-43 siswa yang tidak hadir tersebut 15 diantaranya adalah siswa SMA/MA dengan rincian 7 siswa dan 8 siswi. Sedangkan sisanya sebanyak 28 merupakan pelajar SMK dengan rincian 21 siswa dan 7 siswi.
“Mereka yang tidak hadir ini rata-rata karena sudah drop out, hanya satu yang tanpa keterangan yaitu peserta dari SMK,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong, Zakaria Effendi MPd.
Terkait dengan ketidakhadiran sejumlah siswa tersebut, Zakaria menjelaskan, untuk siswa yang sudah drop out pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu ke masing-masing sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya termasuk apakah akan dimasukkan dalam ujian paket di tahun selanjutnya.
“Untuk yang tidak hadir dan tanpa keterangan akan kita tunggu hingga besok (hari ini, red) kalau tidak datang juga baru akan kita tentukan langkah yang akan kita ambil,” tambah Zakaria.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan yang dilakukan Bengkulu Ekspress di lapangan, pelaksanaan UN di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti.
Dalam memastikan kelancaran pelaksanaan UN di Kabupaten Rejang Lebong tersebut, Wakil Bupati Rejang Lebong Syafewi SPd MM, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIk, Kepala Dinas Pendidikan Zakaria Effendi MPd, Wakapolres Rejang Lebong Kompol Ilva Siswanto SH. Mereka melakukan inspeksi mendadak ke SMAN 1 Curup yang terletak di kawasan Dwi Tunggal Kota Curup pada Senin pagi.
Pada Sidak tersebut Kapolres dan Wabup memeriksa para peserta UN di semua ruangan di sekolah tersebut. Dalam melakukan pemantauan baik Kapolres maupun Wabup memberikan suport kepada siswa yang tengah konsentrasi mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Keduanya meminta agar peserta benar-benar serius dalam mengisi soal yang sudah dipelajari di sekolah masing-masing. Mereka juga meminta agar pengawas benar-benar melakukan fungsinya dengan baik jangan sampai ada lembar jawaban tercecer dan soal yang kurang. Kapolres sendiri, sebelum melakukan Sidak ke SMAN I Curup sebelumnya sudah melakukan Sidak di SMKS Idhata. Sementara Wabup, usai melakukan Sidak ke SMAN I Curup kemudian melanjutkan sidak ke sejumlah sekolah di kawasan kecamatan dalam Kota Curup.
“Tujuan kami melakukan Sidak untuk memastikan kelancaran distribusi soal serta kesiapan pihak sekolah dan jajaranya serta panitia dan petugasnya yang mengawasi jalannya UN. Alhamdulilah sampai sekarang distribusi soal dan keamanan kondusif,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Wakil Bupati Rejang Lebong Syafewi menjelaskan, semua sekolah sudah siap melaksanakan UN. Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, kehadiran pihaknya untuk memberikan dukungan agar peserta semangat melaksanaan UN dan menjawab semua soal yang sudah disiapkan.
“Dengan harapan, peserta UN dikabupaten Rejang lebong ini bisa mempertahankan prestasi menggembirakan di kanca Provinsi maupun nasional. Minimal kita masuk dalam 5 besar tingkat provinsi dan bisamenjadi juara umum,” harap Syafewi
Sementara itu, terkait apakah ada peserta yang terlibat aksi krimianalitas dan melaksanakan UN ditempat lain, Wabup mengau belumm endapatkan laporan.
“Sejauh inin kita belum mendapatkan laporan itu, saya juga mengimbau agar para peserta UN percaya dengan kemampuan sendiri dan tidak percaya jika ada isu bocoran kunci jawaban yang beredar,” pinta Syafewi.
Di sisi lain, terkait dengan pelaksanaan UN, Bupati Rejang Lebong H Suherman berharap agar peserta UN tingkat SMA/MA dan SMK dikabupaten Rejang lebong ini berlangsung lancar dengan mendapat nilai yang memuaskan. “Harapan kita para peserta UN lulus 100 persen dan mendapat nilai tertinggi, sebab mereka inilah yang nantinya akan meneruskan kepemimpinan ke depan,” harap bupati.

40 Peserta Ujian Paket C Tak Hadir
Sementara itu, untuk pelaksanaan ujian paket C yang dilaksanakan Senin (13/4) di kompleks SMA Taman Siswa Curup. Dari 160 siswa yang terdaftar sebagai peserta 40 orang diantaranya tidak hadir. Dari 40 peserta yang tidak hadir tersebut, 31 diantaranya peserta laki-laki dan 9 diantaranya peserta perempuan. Ujian paket C di Rejang Lebong ini diikuti oleh sejumlah peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Rejang Lebong. PKBM-PKBM tersebut antara lain PKBM Sekar wangi, PKBM Wijaya Kusuma, PKBM Bina Sejahtera, PKBM Mitra Jaya dan PKBM Bina Mandiri Kecamatan Padang Ulak Tanding.
Untuk pelaksanaan ujian paket C ini memang lebih lama dari ujian nasional. Dimana ujian paket C ini dilaksanakan selama 4 hari mulai dari tanggal 13 April hingga 16 April mendatang.(251)