43.244 Jiwa Warga Kepahiang Miskin

LAYANI: ASN Bidang Sosial Dinsos PMD Kabupaten Kepahiang melayani warga yang mengajukan surat keterangan miskin (SKM) untuk pembuatan BPJS, kemarin (11/1).
LAYANI: ASN Bidang Sosial Dinsos PMD Kabupaten Kepahiang melayani warga yang mengajukan surat keterangan miskin (SKM) untuk pembuatan BPJS, kemarin (11/1).

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Kemiskinan menjadi permasalahan terbesar di Kabupaten Kepahiang. Sebab hingga 2018 tercatat hampir separuh jumlah penduduk di Bumi Sehasen hidup dalam kemiskinan. Terdata jumlahnya mencapai 43.244 jiwa tersebar diseluruh desa se-Kabupaten Kepahiang.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kepahiang, Jan Johanes Dalos menjelaskan, data Kementerian Sosial (Kemensos) RI. “Berdasarkan Basic Data Terpadu (BDT) pusat jumlah global nya mencapai 43.244 jiwa,” ungkapnya.

Jumlah kemiskinan terbesar berada di Kecamatan Kepahiang sebanyak 10.865 jiwa. Lalu Kecamatan Ujan Mas dengan jumlah sebanyak 6.696 jiwa. Di Kecamatan Bermani Ilir mencapai 5.297 orang, Muara Kemumu terdapat 4.903 jiwa hidup dibawah garis kemiskinan. Kemudian di Kecamatan Seberang Musi sebanyak 3.212 jiwa, dan Kecamatan Kabawetan yang terkenal dengan daerah industri dan kawasan tersubur pertanian berada di posisi keenam dengan tingkat kemiskinan sebanyak 4.164 jiwa. “Terkecil di Kecamatan Seberang Musi dengan total warga miskin 3.212 jiwa, sedangkan kecamatan Merigi 3.392 jiwa tebat Karai sebanyak 4.815 jiwa,” tuturnya.

Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid MM saat rapat koordinasi (Rakor) di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang akhir tahun lalu sempat membantah total angka kemiskinan di Kabupaten Kepahiang. Sebab, pemerintah mengatakan angka tersebut harus di verifikasi ulang. Karena pemerintah merasa tingkat perekonomian masyarakat sudah meningkat.

“Itu data masih harus ada di verifikasi lagi, sebab sekarang data yang terverifikasi baru ada dua kecamatan,” ujar Bupati kala itu.

Tetapi berdasarkan data penerima bantuan sosial (Bansos), baik dari pemerintah pusat maupun daerah, jumlah penerima yang merupakan warga-warga kurang mampu atau miskin dari tahun ke tahun tak pernah berkurang bahkan cenderung bertambah. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*