36 Kepsek se-Kota Bengkulu Berangkat ke Korea

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kegiatan studi banding ke luar negeri, tepatnya ke negara Korea Selatan tidak diikuti semua kepala sekolah se-Kota Bengkulu. Dari informasi yang didapatkan BE hanya sekitar 36 sekolah jejang SD,SMP dan SMA/SMK yang berangkat ke negeri ginseng itu. Beberapa sekolah mengaku tidak mendapatkan informsai mengenai kegiatan studi banding itu.

“Saya tidak tahu kalau kepsek  lain, sekarang lagi studi banding ke Korea, ” Kata  Kepala SMPN 14 Syaeful Abidin baru-baru ini kepada Bengkulu Ekspress.

Ia sendiri mengetahui studi banding kepsek itu melalui  wartawan.Syaeful  Ia  punmembantah jika studi banding itu diklaim sebagai program dari  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
“Kalau itu program MKKS pasti sudah ada pemberitahuan. Dana darimana mereka berangkat, ” ujarnya bertanya.
Jika  dana dari kepala sekolah, kemungkinan besar tidak akan banyak kepala sekolah yang berangkat. Sebaliknya jika dana itu disubsidi, kenapa hanya sebagian kepala sekolah saja yang diberitahu.

“Saya juga mau berangkat kalau disubsidi, terkecuali harus bayar penuh mungkin harus berpikir ulang,” cetusnya.

Hal sama diungkapkan Kepala SMPN 19 M Ansori SPd.

“Saya tidak tahu ada program studi banding, makanya saya tidak  berangkat,” cetusnya.

Informasi yang dikumpulkan BE, keberangkatan kepala sekolah ke Korea itu didanai Pemerintah Kota Bengkulu melalui program peningkatan mutu kepala sekolah tahun 2016. Masing-masing peserta dikenakan biaya Rp 16 juta, kabarnya  mendapat subsidi Rp 5-8 juta/orangnya.

Terkait hal itu, ketua MKKS jenjang SMK, Achmad Basori menuturkan,”Tidak ada program MKKS jalan-jalan keluar negeri. Tapi entah untuk jenjang SMP dan SD, bebernya.

Untuk studi banding kali ini, khusus jenjang SMK ada yang ikut dua kepala sekolah, yakni SMKN 3 Kota Bengkulu dan SMKN 7 Kota Bengkulu.

“Saya juga tidak tahu dananya darimana,  kemungkinan menggunakan dana  transpor  kepala sekolah sendiri,” tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM tidak berada di tempat saat ia BE mau mewawancarainya. Saat  dihubungi via telepon seluler Rosmayetti mengatakan saat ini dirinya tidak sedang pergi ke luar negeri.

“Saya di Jakarta mengikuti rapat koordinasi dana alokasi khusus (DAK), ” tegasnya.

Ia tak membantah dan membenarkan jika studi banding para kepala sekolah itu  di  koordinir Pemda Kota Bengkulu. Saat ditanya lebih lanjut apakah keberangkatan studibanding kepala sekolah adalah program Dikbud, Rosmayetti tidak menjawabnya. Begitu pula dengan pertanyaan sumber pembiayaan studi banding itu. dia juga tidak menjawabnya.

Sejauh ini para kepala sekolah yang berangkat studi banding ke Korea Selatan tersebut belum berhasil dikonfirmasi. Keterangan bagaimana keberangkatan mereka, pembiayaan dan wilayah Korea mana saja yang mereka kunjungi belum berhasil diperoleh.

Sekda: Tak Gunakan APBD

Terkait perjalanan study banding para kepala sekolah Kota Bengkulu ke Korea Selatan itu, Sekretaris Daerah Kota Marjon MPd menegaskan, perjalana kepala sekolah itu tidak menggunakan dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)

“Tidak ada anggaran dari APBD. Itu anggaran mereka pribadi secara kelompok, jadi dari pemda kota tidak ada,” ucap Marjon, kemarin.

Marjon mengaku dirinya berangkat ke Korea. Hanya saja dengan tujuan yang berbeda. Bahkan jadwal pemberangkatannya pun juga tidak berbarengan dengan kepsek tersebut.

“Saya ada acara lain, dengan jadwal keberangkatan lain, artinya tidak berbarengan dengan study tour kepala sekolah itu,” katanya.

Terlepas dari itu semua, Pemda Kota Bengkulu, kata sekda merestui keberangkatan study banding para kepsek tersebut. Keberangkatan itu berdasarkan izin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu.

Sekda menilai studi banding itu baik. Karena pada prinsipnya untuk meningkatkan kualitas ilmu para kepala sekolah di Kota Bengkulu. Dengan berkunjung ke negara yang sudah maju.

“Sudah izin ke kadisnya studi banding kesana dan itu memang lebih bagus artinya kita perlu percontohan dan mempelajari ilmu di negara yang sudah maju itu,” tukasnya.

Dirinya juga menjelaskan, orang yang melakukan studi banding akan berbeda dengan orang yang belum pernah ikut studi banding, terlebih lagi kepala sekolah. Terutama pemahaman mengenai sistem manajemen pendidikannya.

“Pendidikan itukan selalu berkembang, kalau kita tidak pernah melihat menajemen orang lain maka kita sulit untuk maju padahal menagemen orang lebih bagus,” paparnya.

Menurutnya, tujuan ke negara Korea karena memang sudah menjadi langganan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menimba ilmu sistem pendidikan. Apalagi teknologi pembelajarannya di sana lebih baik dibanding negara lain bahkan negara Jepang sudah kalah.

“Kemendikbud selama ini memang kesana orientasinya. Terutama SMK disana teknologinya lebih kuat bahkan jepang sudah kalah,” terangnya. (805)

aftar Kepsek Berangkat ke Korea

Jenjang SD
No    Kepsek
1.    SDN 1
2.    SDN 2
3.    SDN 26
4.    SDN 8
5.    SDN 17
6.    SDN 6
7.    SDN 66
8.    SDN 12
9.    SDN 45
10.    SDN 11
11.    SDN 75
12.    SDN 42
13.    SDN 88
14.    SDN 81
15.    SDN 82,
16.    SDN 78
17.    SDN 59
18.    SDN 57
19.    SDN 77
20.    SDN 20
21.    SDN 24
22.    SDN 52

Jenjang SMP
1.    SMPN 1
2.    SMPN 2
3.    SMPN 4
4.    SMPN 6
5.    SMPN 24
6.    SMPN 16
7.    SMPN 7
8.    SMPN 18
9.    SMPN 17
10.    SMPN 13

Jenjang SMA/ SMK
11.    SMAN 1
12.    SMAN 4
13.    SMAN 5
14.    SMAN 6