3 Titik Drainase Dinormalisasi

Tumpukan sampah yang diambil petugas dari dalam saluran drainase pada kegiatan normalisasi drainase yang dilaksanakan Dinas PU Kabupaten Rejang Lebong.
Tumpukan sampah yang diambil petugas dari dalam saluran drainase pada kegiatan normalisasi drainase yang dilaksanakan Dinas PU Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk memastikan kawasan Kota Curup tidak terkena banjir dadakan karena tersumbatnya saluran drainase, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PU-PRPKP) Rejang Lebong melakukan normalisasi sejumlah saluran drainase di Kota Curup.

“Tahun ini ada tiga titik drainase di Kota Curup ini yang kita normalisasi,” ungkap pejabat pelaksana teknis kegiatan Yuli Heryanto, Selasa (1/8) kemarin.
Menurut Yanto, tiga titik saluran drainase yang dinormalisasi tersebut antara lain di kawasan Pasar De, kemudian di Jalan Merdeka kawasan Tebing Benteng dan di Jalan Merdeka depan GOR Curup. Dari tiga titik tersebut, menurut Yanto, dua titik telah selesai dilaksanakan sedangkan satu lagi masih dalam proses pengerjaan.

“Untuk yang masih dalam proses pengerjaan yaitu yang ada di kawasan GOR Curup,” terang Yanto.
Dengan dilakukannya normalisasi ketiga titik saluran drainase tersebut, Yanto mengklaim tidak ada lagi masalah tersumbatnya saluran drainase yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurutnya pada tahun 2016 lalu, Dinas PU juga telah melakukan normalisasi terhadap sejumlah titik drainase di kawasan Kota Curup.

“Untuk drainase yang menjadi kewenangan Pemkab Rejang Lebong, saat ini sudah selesai, bila ada ada banjir dadakan yang disebabkan tersumbatnya drainase, kemungkinan besar drainase milik provinsi,” jelas Yanto.

Dijelaskan Yanto, dari kegiatan normalisasi drainase, petugasnya menemukan banyak sekali endapan, khususnya endapan sampah. Oleh karena itu ia berharap agar masyarakat Rejang Lebong tidak membuang sampah di aliran drainase untuk lancarnya saluran drainase sehingga tidak menyebabkan banjir.

Selain itu Yanto juga menjelaskan, khusus untuk kawasan Air Bang yang juga kerap banjir dadakan, di daerah tersebut bukan karena tersumbatnya aliran drainase, namun kapasitas drainase di kawasan tersebut yang kecil, sehingga menyebabkan debit air saat hujan meluap sehingga menyebabkan banjir dadakan, sehingga menurutnya satu-satunya solusi yaitu dengan membangun ulang saluran drainase di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Yanto juga menjelaskan kegiatan normalisasi saluran drainase tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan Dinas PU Kabupaten Rejang Lebong.
Dimana menurutnya, sejumlah kegiatan rutin lainnya yang dilaksanakan seperti tambal sulam jalan kabupaten seperti di Jalan Kartini dan Kelurahan Talang Benih, kemudian pembangunan pelapis tebing dan tebas bayang. Untuk jumlah anggarannya sendiri mencapai Rp 3,5 miliar.

“Total anggaram rutin kita tahun ini sebanyak Rp 3,5 miliar yaitu untuk tambal sulam, pembangunan bronjong, plat daker termasuk normalisasi saluran drainase tersebut,” demikian Yanto. (251)