3 Caretaker Diminta Atasi Kekeringan

RIO-GUB LANTIK 3 CARETAKER (3)
BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, kemarin (15/10) resmi melantik 3 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi caretaker atau penjabat bupati untuk 3 kabupaten. Ketiganya adalah Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik, Tarmizi BSc SSos dilantik menjadi Caretaker Bupati Mukomuko, Kepala Biro Kesra Setdaprov, H Cik Asan Denn SH MSi menjadi Caretaker Bupati Kepahiang dan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, Din Ikhwan SSos menjadi Caretaker Bupati Bengkulu Selatan.

Pelatikan ketika caretaker ini berjalan khidmat yang dihadiri Wakil Gubernur Sultan B Najamudin, FKPD Provinsi dan ketiga kabupaten tersebut, anggota keluarga dan mantan bupati 3 kabupaten itu.

Dalam sambutan usai pengambilan sumpah, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengungkapkan, setidaknya ada dua tugas utama yang dibebankan kepada ketiga caretaker atau penjabat bupati itu, yakni menyelenggarakan roda pemerintah kabupatennya masing-masing dan fokus memfasilitas atau menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak, baik Pilkada gubernur dan wakil gubernur serta Pilkada bupati dan wakil bupati secara serentak 9 Desember mendatang.

Selain itu, ia juga menginstruksikan agar ketiga menjadi penjabat bupati yang pro rakyat dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Tidak hanya itu, Junaidi juga meminta meminta  ketiganya untuk mencarikanm solusi kekeringan yang masih berlangsung di Provinsi Bengkulu.

“Kepada saudara setelah dilantik untuk segera melaksanakan tugas, terutama mengatasi kekeringan yang kini melanda Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Terkait pelantikan, Junaidi mengaku menjadi tanggungjawabnya sebagai Gubernur Bengkulu sesuai dengan amanah UU untuk mengisi kekosongan jabatan bupati yang sudah berakhir masa jabatannya sejak beberapa waktu lalu.

“Pelantikan ini merupakan tanggung jawab serta kewenangan Gubernur untuk melantik penjabat bupati. Pelantikan Penjabat Bupati ini untuk mengisi kekosongan bupati yang telah habis masa baktinya, agar sistem birokrasi dapat berjalan sebagaimana mestinya dan pembangunan dapat terus berjalan. Saya berharap para penjabat bupati yang dilantik hari ini untuk dapat mensukseskan pemilihan umum yang akan datang dengan mengkordinasi bersama KPU dan Pemda, demi terwujudnya pemilihan umum yang demokratis. Saudara diharapkan memberikan kinerja yang terbaik, menjadi Pejabat yang pro rakyat,” kata Junaidi.

Selain dua tugas utama tersebut, gubernur juga meminta ketiganya  meningkatkan semua pelayanan kepada masyarakat dan menjamin tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dengan memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan serta memanilisir terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat.

Gubernur juga meminta kepada seluruh stkerholder terkait di tiga kabupaten itu untuk ikut berpartisipasi mendukung penjabat bupatinya. Sebab, dengan dukungan dari stakeholder terkait itulah akan terciptanya kondisi yang kondusif, aman dan nyaman.

Kepada mantan bupati dan wakil bupati, yakni Ikhwan Yunus dan Choirul Huda mantan Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, Bando Amin dan Bambang Sugianto sebagai mantan Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang serta Reskan Efendi Awaludin dan Rohidin Mersyah sebagai mantan Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu selatan, Junaidi menyampaikan ucapan terima atas pengabdiannya selama 5 tahun  memimpin kabupatennya masing-masing.

Menurutnya, para penjabat bupati yang dilantik tersebut memiliki jabatan ganda, selain sebagai penjabat bupati juga sebagai pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Karena itu, penjabat bupati tersebut harus adil dalam membagikan waktunya.

“Saudara sebagai penjabat bupati dan juga menjadi pegawai eselon II, agar dapat adil dalam menjalankan tugas dan mementingkan skala prioritas dengan mengedepankan Nawacita, meningkatkan sinergitas, antara pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Mukomuko, Tarmizi BSc SSos mengaku ia akan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baik mungkin, terutama melanjutkan program bupati defitinif sebelumnya.

“Selain tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan menyukseskan Pilkada, kami juga akan melanjutkan program yang sudah. Kalau membuat program baru tidak memungkinkan, karena waktunya cukup singkat,” demikian Tarmizi.(400)