Kesejatian persahabatan teruji pada saat terberat dalam hidup. Kepintu mana kita disambut dengan ketulusan, tangan mana yang merangkul saat kita tersungkur? Kita bukanlah apa apa tanpa sahabat yang tulus mengayunkan langkah mendukung kita.

Saat tiba disisi kelam kehidupan, saat kita terlena lalu hanyut dalam kesalahan, sahabat datang, mungkin dengan amarah, untuk mengingatkan. Saat kebebasan kita terampas pintu penjara, saat itu kita kehabisan teman tertawa. Tapi percayalah, sahabat sejati selalu ada…. Jagalah sahabatmu.

(Pesan Harian UJH. Edisi Rabu, 01 April 2015. Dari seorang sahabat di Kota Bengkulu)

UJH_680x100-01