2015, Pantai Miliki “Baywatch”

BENGKULU, BE – Anda masih ingat dengan film serial drama Baywatch? Film ini merupakan drama aksi Amerika yang menceritakan tentang kehidupan para penjaga pantai. Dalam film tersebut, dikisahkan bagaimana para petugas penjaga pantai menolong atau memberi peringatan kepada orang-orang di sekitar pantai tentang bahaya yang mengancam.
Pada tahun 2015, Pemerintah Kota Bengkulu telah memutuskan untuk membentuk tim petugas penjaga pantai ini. Pembentukan dan pengelolaan ini pada akhirnya akan diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Yudi Darmawansyah SSos, mengungkapkan, dalam APBD Kota Bengkulu telah disepakati anggaran untuk penjaga pantai ini sebesar Rp 300 juta. Dana ini merupakan dana stimulus awal untuk pengadaan barang-barang yang diperlukan serta honor bagi para petugas penjaga pantai tersebut.
“Dana ini untuk pengadaan fisik dan pelaksanaan. Mereka kita minta untuk mengawasi satu titik di Pantai Panjang yang dinilai paling rawan,” kata Yudi, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, bilamana kemudian program ini dinilai berhasil dan dibutuhkan oleh masyarakat banyak, maka pada APBD Perubahan dan tahun anggaran mendatang alokasi dana yang dikucurkan bagi program ini akan ditambah.
“Kalau memang masyarakat menilai program ini benar-benar dibutuhkan, nanti kita tambah di titik-titik rawan lainnya. Sementara ini sifatnya baru test case,” ungkap Yudi.
Program penjagaan pantai di laut Samudera Hindia Kota Bengkulu, terutama di kawasan Pantai Panjang, mendesak untuk dilaksanakan. Sebagai laut yang memiliki ombak besar, Pantai Panjang telah banyak memakan korban. Terakhir, dua orang jurnalis asal rusia, Eyan (45) dam Safra (40), tewas ditelah ganasnya laut Samuderah Hindia.
Pemerintah sendiri telah berupaya untuk memasang papan peringatan pada sejumlah titik di kawasan pantai. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup untuk melarang para pengunjung yang ingin merendamkan dirinya ke dalam laut. (009)