20 Pensiunan Dilatih Budidaya Jamur Tiram

JOS HENDRI/Bengkulu Ekspress:  Kepala Cabang Bank Mantap Bengkulu, Abdul Hamzah Fitri Chalik memberikan pelatihan berwirausaha budidaya Jamur Tiram, Minggu, (15/4).
JOS HENDRI/Bengkulu Ekspress: Kepala Cabang Bank Mantap Bengkulu, Abdul Hamzah Fitri Chalik memberikan pelatihan berwirausaha budidaya Jamur Tiram, Minggu, (15/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Cabang Bengkulu memberikan pembekalan pelatihan kepada 20 orang pensiunan, berwirausaha budidaya jamur tiram. Pelatihan berlangsung dua hari pada 15 – 16 April, di Kantor cabang Bank Mantap Bengkulu, Jln, Jendral Sudirman No.202, Pintu Batu, Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Selain akan dibekali dengan materi tentang cara berbudidaya jamur tiram, Bank Mantap akan mengajak 20 orang pensiunan peserta pelatihan untuk melihat secara langsung ke lokasi pembudidayaan jamur tiram milik Pandi Mushroom, yang juga selaku pemateri dalam pelatihan.

Pandi sendiri adalah orang pertama di Bengkulu yang sukses dalam menekuni berbisnis budidaya jamur tiram ini di kediamannya di Jl. Meranti IV No 15 RT 012 RW 003, Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Kepala Cabang Bank Mantap Bengkulu, Abdul Hamzah Fitri Chalik menyampaikan, pelatihan wirausaha bubidaya jamur tiram ini merupakan implementasi dari salah satu tiga pilar yang dimiliki oleh Bank Mantap, yakni Mantap sehat, Mantap aktif dan Mantap sejahtera dimana.

“Pelatihan ini tidak hanya sebatas materi saja tapi juga langsung prakter lapangan, terkait cara berwirausaha budidaya jamur tiram ini. Ini memang program kita tiada kata pensiun untuk berkarya, dan juga sesuai budaya mantap sempurna (semangat mensejaterakan purnabakti),” terang Abdul Chalik, Minggu, (15/4).

Bank mantap Bengkulu memilih budidaya jamur tiram sebagai pilihan usaha pensiunan purnabakti di tahap awal ini, mengingat budidaya jamur tiram ini belum begitu banyak di Bengkulu. Selain itu proses budiyaya jamur tiram ini sendiri tidak membutuhkan energi yang besar, wirausaha budidaya jamur tiram inikan, sifatnya hanya memantau perkembangan dari jamur itu saja.

“Jadi kami pikir ini sangat cocok bagi para pensiunan purnabakti untuk menyalurkan karyanya di masa pensiun ini,” katanya.

Abdul Chalik juga berharap melalui pelatihan berwirausaha budidaya jamur tiram ini, Bank Mantap cabang Bengkulu bisa terus memberikan kontribusi yang positif khususnya bagi para pensiunan purnabakti, baik itu secara sosial, maupun secara ekonomi. “Jadi walaupun mereka telah pensiun tapi mereka bisa terus berkarya, dan juga bisa memberikan kontribusi secara ekonomi bagi seluruh masyarakat Bengkulu,” harap Abdul Chalik.

Sementara Kepala PT. Taspen (Persero) Bengkulu, Asep Ruspandi menyampaikan apresiasinya kepada program pelatihan budidaya jamur tiram untuk para pensiunan purnabakti yang di gagar oleh Bank Mantap ini, ini sejalan dengan program yang dimiliki oleh Taspen yakni Silver College dimana taspen memfasilitasi para purnabakti untuk mengembang usahanya melalui pelatihan-pelatihan. “Kami berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut jadi tidak hanya sebatas satu jenis jamur tiram saja, agar para pensiunan ini dapat terus berkarya melalui pelatihan yang di gelar seperti ini,” pungkas Asep Ruspandi. (Cik7).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*