2 Nelayan Hilang Belum Ditemukan

MENUNGGU: Keluarga korban dan warga masih ramai berkumpul di bibir pantai Sulawangi menunggu  kedatangan korban, Jum'at (12/1).
MENUNGGU: Keluarga korban dan warga masih ramai berkumpul di bibir pantai Sulawangi menunggu kedatangan korban, Jum’at (12/1).

TANJUNG KEMUNING, Bengkulu Ekspress – Sebanyak dua nelayan Desa Sulawangi Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, Winarno (30) dan Tata (40), yang pergi melaut pada Kamis (11/1) pagi, hingga kemarin sore (12/1) belum juga ditemukan keberadaanya. Bahkan, sejak kemarin (12/1) pagi warga dan nelayan Sulawanggi bersama anggota BPBD dan Pol Air terus melakukan pencarian dengan menerjukan belasan kapal. Pencarian dipusatkan di tengah laut yang berjarak sekitar 3 mil dari bibir pantai.

“Sampai dengan hari upaya pencarian masih tetap kita lakukan. Tadi tim gabungan sudah bergerak sejak pagi untuk menyisir lokasi sekitar kejadian, dan kita baru menemukan perahu mereka di tengah laut muara Air Padang Guci,” kata Kepala Desa (Kades) Sulawangi, Pinyo Haycancuah yang juga keluarga korban kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (12/1).

Dikatakannya, untuk lokasi penyisiran hari kedua ini lebih diperluas dari pencarian sebelumnya. Penyisiran dimulai dari sekitar 4 mil arah selatan, dari lokasi tempat nelayan mencari ikan itu. Juga untuk tim yang diterjunkan dalam pencarian hari kedua ini yakni nelayan setempat, BPBD, Pol air dan TNI terus melakukan pencarian keberadaan nelayan itu menggunakan perahu dan speed boat. Namun baru ditemukan tanda perahu milik keduanya.

“Kemungkinan saat kejadian itu keduanya ini menyelamatkan diri dengan cara berenang, karena perahu yang diduga dihantam ombak itu ditingalkan keduanya, dan kita tidak tahu keduanya ini masih hidup apa tidak. Mudah-mudahan kedua nelayan ini ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua nelayan desa Sulawangi hilang Kamis (11/1) sekitar pukul 06.00 WIB, dimana ia bersama rombongan dengan menggunakan 9 unit perahu. Mereka mencari ikan diperairan Laut Selatan sejauh sekitar 3 mil dari Pantai Sulawangi. Karena cuaca buruk dan badai besar maka sembilan rombongan nelayan sekitar pukul 11.00 WIB pulang ke muara Sulawangi, akan tetapi kedua nelayan itu tidak kembali ke rumah masing-masing. Keluarga mereka yang merasa cemas kemudian melaporkan hal itu ke nelayan lain dan aparat desa untuk dilakukan pencarian. Namun sayang hingga berita ini diterbitkan kedua korban belum ditemukan.(618)