197 Desa Miliki Masalah Kesehatan

Terbanyak di Bengkulu Utara

Kadis Dinkes Propinsi Bengkulu
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu saat menjelaskan terkait dengan masih banyaknya desa di Provinsi Bengkulu yang memiliki masalah kesehatan. (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat ada 197 desa di Provinsi Bengkulu yang memiliki masalah kesehatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes MSi, saat berkunjung ke Rejang Lebong, Senin (10/4) kemarin.

“Dari data terakhir kita yaitu tahun 2010 lalu, di Bengkulu ini masih ada 197 desa yang memiliki masalah kesehatan,” ungkap Herwan Antoni.

Dijelaskan Herwan Antoni, sebuah desa dinyatakan memiliki masalah kesehatan apabila memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Seperti infrastruktur pelayanan kesehatan yang tidak memenuhi standar atau bahkan memang belum memiliki infrastruktur kesehatan.

Kemudian akses dan jarak antara desa yang bersangkutan dengan fasilitas kesehatan terdekat serta desa tersebut belum memiliki tenaga kesehatan baik dokter maupun sejumlah para medis lainnya.

“Berdasarkan kriteria tersebut, maka di Provinsi Bengkulu ini masih banyak desa yang belum memenuhi kiriteria tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut Herwan Antoni menjelaskan, 197 desa yang memiliki masalah dalam bidang kesehatan tersebut, menurutnya tersebar di 9 kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Namun menurutnya lokasi terbanyak ada Kabupaten Bengkulu Utara dan sejumlah kabupaten lainnya yang masih memiliki daerah terpencil dan jauh dari akses pelayanan umum.

“Di Rejang Lebong sendiri juga ada desa yang bermasalah dengan kesehatan, seperti di beberapa desa di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang dan Sindang Beliti Ulu,” papar Herwan Toni.

Untuk mengatasi masalah desa yang memiliki masalah kesehatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu akan berkolaborasi dengan dinas kesehatan dari setiap kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Langkah awal ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu akan meminta dinas kesehatan kabupaten untuk memetakan wilayah-wilayah mana yang bermasalah dalam bidang kesehatan ini.

“Kita meminta dinas kesehatan kabupaten yang melakukan pemetaan, karena memang yang tahu kondisi riil dilapangan adalah Dinas Kesehatan kabupaten yang memiliki wilayah,” jelasnya.

Lebih lanjut Herwan Antoni menjelaskan, dalam penanganan desa yang bermasalah dengan kesehatan ini adalah progres kedepannya.

Karena menurutnya dalam menangani masalah ini tidak bisa dilakukan serentak namun harus dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun kedepan. Dimana ia mengharapkan setiap tahun minimal ada beberapa desa disetiap kecamatan yang bisa diselesaikan masalah kesehatan ini.

“Yang terpenting kedepan ada progresnya, misalkan di suatu kabupaten ada 15 desa yang memiliki masalah kesehatan, maka minimal dalam satu tahunnya ada 3 desa yang diatasi,” harapnya.

Disisi lain, Herwan Antoni menjelaskan, mengatasi masalah kesehatan ini sendiri, bukan hanya terkait dengan kesehatan saja, namun juga dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Provinsi Bengkulu, sehingga program ini menurutnya merupakan bagian dari upaya membebaskan Bengkulu dari kemiskinan dan ketertinggalan.

“Untuk membebaskan Bengkulu dari kemiskinan dan ketertinggalan, tentunya harus berkerjasama dengan lintas sektor, salah satunya Dinas Kesehatan dengan menyelesaikan masalah kesehatan di setiap desanya,” demikian Herwan Antoni. (251)