156 Kartu Asuransi Nelayan Dibagikan

Gelombang tinggi  dan angin  kencang nelayan diingatkan  tidak melaut

KOTA MANNA, BE – Dari 1000 Nelayan di Bengkulu Selatan (BS) yang mendapatkan asuransi jiwa, baru 156 lembar kartu yang sudah dicetak. Sebab itu, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan dalam waktu dekat baru akan memberikan asuransi untuk 156 nelayan yang sudah selesai dicetak.

“Insyahallah, Jum’at ini, 156 kartu nelayan yang sudah dicetak akan kami serahkan pada pemiliknya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan BS, Ir Depti Burhani, Rabu (2/11).

Menurut Depti, baru tercetaknya 156 kartu asuransi nelayan tersebut, lantaran baru 156 nelayan yang bisa memenuhi persyaratan dari pihak asuransi. Selain harus memiliki kartu nelayan, para nelayan harus memiliki rekening di bank dengan saldo minimal Rp 500 ribu, sehingga sejumlah nelayan tidak sanggup memenuhinya.

“Belum dicetaknya 844 kartu asuransi nelayan lainnya, lantaran selama ini nelayan belum mampu buka rekening di bank dengan saldo minimal Rp 500 ribu,” ujar Depti.

Sambung Depti, setelah banyaknya nelayan yang tidak mampu membuka rekening tersebut, maka pihak asuransi memberikan keringanan yakni nelayan hanya wajib membawa kartu nelayan saja, sedangkan rekening dengan saldo Rp 500 ribu boleh dibuat setelah kartu nelayan sudah jadi dibuat dan diterima para nelayan.

“Saat ini ada keringanan persyaratan, kartu asuransi bisa dicetak meskipun nelayan belum buat rekening bank. Namun dengan ketentuan, setelah kartu selesai dibuat, rekening harus dibuka dengan saldo tetap Rp 500 ribu,” imbuh Depti.

Dijelaskan Depti, adanya kartu asuransi nelayan ini dapat bermanfaat bagi nelayan, sebab tidak hanya nelayan yang kecelakaan atau meninggal saat di laut saja yang mendapatkan biaya asuransi, nelayan yang kecelakaan dan meninggal di darat juga mendapat jaminan asuransi. Terlebih lagi selama ini, para nelayan sering menjadi korban kecelakaan keganasan ombak.

“Adanya asuransi ini sangat berguna bagi nelayan, yang tidak hanya mengalami kecelakaan dilaut namun juga untuk yang mengalami kecelakaan di darat,” tutup Depti. (369)