15 Pelajar Diamankan

Kasat Reskrim Polres BU,  AKP Jufri SIK bersama jajaran dan para guru saat memberikan pengarahan kepada siswa yang terlibat perkelahian, kemarin (13/2).
Kasat Reskrim Polres BU, AKP Jufri SIK bersama jajaran dan para guru saat memberikan pengarahan kepada siswa yang terlibat perkelahian, kemarin (13/2).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress- Sebanyak 15 pelajar dari SMPN 36 Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi dan SMPN 50 Desa Kali Kecamatan Arma Jaya diamankan Polres Bengkulu Utara (BU), kemarin (13/2). Para pelajar dari 2 sekolah yang berbeda itu terlibat perkelahian serta bolos dari sekolah, sehingga pihak kepolisian langsung mengamankan dan memberikan pengarahan.

‘’Pelajar dari dua sekolah yang berbeda itu terlibat perkelahian satu lawan satu. Sedangkan teman-teman yang lain ikut menyaksikannya. Untuk mengantisipasi kesalahpahaman dan hal yang lebih luas, maka kita amankan di Mapolres sekaligus diberikan pengarahan,’’ ujar Kapolres BU, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri SIK kepada BE, kemarin (13/2).

Kasat menambahkan, siswa dari dua sekolah itu pada hari Senin (12/2) lalu sudah terlibat hal serupa. Namun, sudah selesai melalui upaya mediasi di tingkat desa. Namun, para pelajar ini kembali mengulangi perbuatan yang sama, sehingga agar persoalan ini tuntas, maka seluruh pelajar yang terlibat dibawa ke Mapolres BU.

‘’Selain para guru, kades dari dua desa dan para orang tua siswa juga kita minta hadir di Polres. Jadi, permasalahan itu benar-benar clear, sehingga tidak ada lagi persoalan. Kemudian para orang tua juga mendengar langsung apa permasalahan yang sesungguhnya terjadi, supaya tidak meluas,’’ ungkapnya.

Selain memberikan teguran, para pelajar yang terlibat perkelahian dan menyaksikan peristiwa itu sudah didata dan diambil sidik jari. Kemudian, juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

‘’Sebenarnya hanya persoalan sepele. Karena ada kedekatan salah satu siswa dengan siswi yang berbeda SMP tersebut. Kemudian, timbul kecemburuan hingga berujung pada perkelahian,’’ terangnya.
Kasat meminta agar persoalan ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama bagi para siswa yang terlibat perkelahian. Karena, akibat persoalan sepele bisa menimbulkan tawuran antar warga jika tidak segera diatasi dengan baik.

‘’Kita harap para orang tua dapat memberikan pengarahan kepada anaknya lebih baik lagi. Kedepan, hal-hal seperti ini, agar dapat dihindari. Karena, bisa berdampak luas, jika tidak segera diselesaikan,’’ pungkasnya. (816)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*