14 Jam Tenggelam, Pelajar SMK Ditemukan Tewas

pencarian-tim-sar-yang-terdiri-dari-polsek-tni-bpbd-dan-masyarakat-setempat-saat-melakukan-pencarian-korban-dengan-menyisir-sungai-luas-rabu-212-foto-korban-bersama-teman-sekolahnya
KORBAN: Foto korban bersama teman sekolahnya (depan)

KAUR TENGAH,BE– Setelah lebih kurang 14 jam dalam pencaharian yang dilakukan Tim SAR, BPBD dibantu aparat Polsek Kaur Tengah dan TNI serta masyarakat setempat jasad Budi Fahriza alias Sahdan (16), pelajar kelas 1 SMK warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa, kemarin (2/11) sore.

“Korban ditemukan di sekitar muara Sungai Tanjung Pandan oleh warga saat mencari punting,” kata Kepala Desa (Kades) Tanjung Pandan Aprianto Agus Nur kepada BE, kemarin (2/11).

Data terhimpun BE, penemuan jasad pelajar ini sekitar pukul 17. 00 WIB di Muara Sungai Luas desa Tanjung Padan Kecamatan Kaur Tengah. Penemuan itu berawal dari Tim Sar Polsek, TNI dan masyarakat setempat melakukan pencarian korban dengan menyisiri pantai menggunakan perahu karet yang dimulai dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama kali korban hanyut hingga ke Muara Sungai Tanjung Pandan.

Namun setelah dilakukan pencarian tiba-tiba tim mendapatkan kabar jika mayat korban ditemukan oleh ibu-ibu dalam kedaan mengapung saat mencari puntuk di sekitar lokasi kejadian. Mendapati laporan itu tim SAR, BPBD, Polsek dan TNI langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi dan langsung membawa korban ke RSUD Kaur untuk dilakukan visum. Setelah dilakukan visum selanjutnya jenazah korban dibawa kerumah duka di desa Tanjung Harapan Kecamatan Semidang Gumay. “Waktu ditemukan itu kondisi korban mengapung disekitar pinggir sungai, tapi korban sudah tidak bernyawa lagi,” ujarnya.

Setelah korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa itu, keluarga korban itu langsung berteriak histeris. Isak tangispun pecah ketika jenazah korban tiba dirumah duka. Setelah tiba dirumah duka sejumlah keluarga dan kerabat berdatangan ke rumah duka, untuk menyampaikan belasungkawa atas kepergian korban untuk selama-lamanya.

“Korban sudah kita serahkan ke pihak keluarga, dan kita dari Polsek turut berdua cita atas musibah ini dan semoga keluarga lebih sabar,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Kaur Tengah AKP Tasrin SH, kemarin (2/11).

Sebagaimana diketahui, peristiwa naas menimpah siswa kelas 1 SMK 1 Kaur jurusan listrik ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dialiran sungai Luas Desa Pulau Pangung Kecamatan Luas. Kejadian itu berawal dari korban pulang dari sekolah dan pergi main kerumah temannya bernama Riki (16) di desa Pulau Panggung.

Namun sesampai dirumahnya dirumah temannya itu kondisi rumah tersebut terkunci, dan kemudian keduanya bernisiatif untuk mengambil kunci rumah dengan orang tuanya yang masih dikebun berlokasi diseberang sungai Desa Pulau Pangung. Keduanya kemudian pergi dengan menyeberangi aliran sungai tersebut, namun naasnya ketika keduanya tengah menyeberang disungai itu, tiba-tiba air sungai membesar dan korban akhirnya terpeleset dan hanyut terbawa arus sungai. Sedangkan rekannya Riki berhasil menyelamatkan diri.(618)