130 Calon GTT Tes Tertulis

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Proses seleksi calon guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) masih berlangsung. Sebanyak 130 orang calon GTT yang telah lulus seleksi administrasi akan kembali diuji, yakni mengikuti tes tertulis yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2018 hari ini.
“Seleksi administrasi sudah kita lakukan dan mendapatkan sebanyak 130 orang calon GTT. Tahapan selanjutnya adalah tes tertulis,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng, Saidirman SE MSi, kemarin (13/2).
Dari keseluruhan GTT, sambung Saidirman, pihaknya akan merekrut tenaga pendidik untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang memang masih mengalami kekurangan guru.

“Hasil pendataan saat ini, sudah tercatat sebanyak 71 orang GTT untuk guru SMP dan 59 GTT untuk guru SD,” bebernya
Lebih lanjut Saidirman mengungkapkan bahwa seleksi GTT dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2018 ini, Dinas Dikpora Kabupaten Benteng sudah mendapatkan sebanyak 60 orang GTT. Dikarenakan anggaran tersedia untuk 91 orang, jelas Saidirman, pihaknya hanya akan mencari 31 orang GTT untuk mencukupi kebutuhan.

“Seperti tahun 2017 lalu, pada daftar penggunaan anggaran (DPA) hanya tersedia untuk 91 orang GTT. Setelah semua seleksi tuntas, seluruh GTT akan mendapatkan surat keterangan (SK) dari Kepala DInas (Kadis) Dikpora Kabupaten Benteng,” jelasnya.
Masih kata Saidirman, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Dikpora Kabupaten Benteng terus melakukan evaluasi terhadap sekolah yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar. Hal ini terjadi lantaran keberadaan pegawai negeri sipil (PNS) khusus guru memang belum mencukupi kebutuhan.

“Karena guru PNS masih kurang, kami terpaksa merekrut GTT. Dengan keterbatasan anggaran, setiap GTT akan mendapatkan gaji sebesar Rp 725 ribu perbulan,” terangnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, kekurangan guru di Kabupaten Benteng mencapai 304 orang. Terkhusus guru SD, rincian kekurangan adalah 99 orang guru kelas, guru agama sebanyak 13 orang dan guru olahraga sebanyak 24 orang. Kemudian untuk guru SMP, yakni guru agama 10 orang, guru PKN sebanyak 10 orang, Bahasa Indonesia sebanyak 2 orang, guru Matematika 2 orang, seni budaya keterampilan 32 orang, guru pendidikan, jasmani dan kesehatan (Penjaskes) 22 orang, muatan lokal (mulok) sebanyak 32 orang. TIK atau prakarya sebanyak 33 orang dan guru BK 35 orang.

“Secara keseluruhan, kekurangan guru paling banyak terdapat pada sekolah-sekolah yang berada di kecamatan dalam,” demikian Saidirman. (135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*