13 Peserta UNBK Dipastikan Tak Lulus

PANTAU: Wabup didampingi Kadiss Pendidikan, Kabag Humas dan para pengawas UN saat memantau pelaksanaan UNBK di SMA 1 Kaur, Senin (9/4).
PANTAU: Wabup didampingi Kadiss Pendidikan, Kabag Humas dan para pengawas UN saat memantau pelaksanaan UNBK di SMA 1 Kaur, Senin (9/4).

 Terganggu Listrik Padam

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Ribuan siswa SMA sederajat mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak, kemarin (9/4). Namun sayangnya proses pelaksanaan UNBK yang diikuti lima SMA dihari pertama kemarin di Kaur mengalami gangguan akibat padamnya listrik PLN.

Beruntung hal ini bisa diantisipasi pihak sekolah dengan menggunakan genset, sehingga pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar.

“Untuk kendala dihari pertama UNBK ini listrik, karena sempat mati beberapa menit,” kata Kepala MAN 1 Kaur, Widodo MPd, saat ditemui Bengkulu Eksapress disela-sela pengawasan UNBK, kemarin (9/4).

Pantauan Bengkulu Ekspress kemarin (9/4), insiden mati lampu berlangsung sekitar 5 menit. Namun, pelaksanaan UNBK hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat dilanjutkan.

Menurut Widodo, insiden mati lampu tersebut tidak berdampak pada hasil pengisian para peserta UN yang secara otomatis tersimpan di server, namun setidaknya menghambat waktu dan mengganggu mental para peserta. “Listrik padam saat berlangsungnya UNBK di sesi ketiga.

Sekitar 5 menit, kelistrikan menyala kembali, para peserta dapat melanjutkan soal tanpa mengulang dari awal,” terangnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kaur, M. Jalil SPd Ing juga mengakui jika kendala utama dalam UNBK hari pertama ini masalah listrik.

Sebab pemadaman listrik tersebut, terjadi pada pukul 14.00 WIB, sehingga membuat komputer para peserta UNBK mengalami pemadaman dan mati total. Namun pihak ekolah sigap, lantaran langsung menyediakan genset sehingga persoalan tersebut lekas teratasi.

“Waktu mati lampu itu kita hidupkan genset, karena memang sebelumnya sudah kita siapkan, dan Alhamdulillah untuk UNBK hari pertama ini lancar,” terangnya.

Dilanjutkan Jalil, untuk pelaksanaan UNBK yang diikuti lima sekolah yakni SMAN 1 Kaur, SMAN 10, Kaur, SMAN 2 Kaur, SMAN 4 Kaur dan MAN Kaur. Sedangkan sisanya UNKP, ada pun waktu pelaksanaannya dalam satu hari dibagi menjadi tiga sesi atau tiga gelombang dan disesuaikan dengan jumlah unit komputer yang dimiliki sekolah.

“Untuk pelaksanaannya kami siapkan dua ruangan dengan jumlah total 60 unit komputer yang ada. Untuk para peserta, dibagi menjadi tiga sesi, untuk sesi pertama dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan sesi terakhir hingga batas waktu pukul 16.00 WIB,” teranganya.

Ditambahkan Jalil, dihari pertama hari pertama, UNBK dan UNKP tingkat SMA di Kabupaten Kaur. Dari 1,151 peserta yang terdaftar peserta UNBK dan UNKP itu hanya 1,138 siswa yang hadir, sedangan 13 siswa tidak mengikuti UNBK dan UNKP 2018 dikarenakan menikah dan drop out (DO). Secara otomatis, 13 siswa tersebut dipastikan tidak lulus UN.

“Untuk hari pertama UN ini yang tidak hadir ada 13 siswa, mereka alasannya karena ada yang sudah nikah dan DO,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kaur Hj Yulis Suti Sutri didampingi Dinas Pendidikan dan Kabag Humas Setda Kaur yang memantau langsung pelaksaan UNBK dan UNKP di SMA 1 dan SMA 10 Pentagon Kaur kemarin, (9/4).

Wabup mengakui jika kendala utama dihari pertama ini masalah listrik. Namun ia berharap dengan adanya kejadian padamnya listrik saat UNBK, pihaknya berharap agar tidak ada kejadian serupa di hari berikutnya selama UNBK.

“Walaupun ada gangguan dari listrik UNBK kita hari ini lancar, dan kita harap nanti selama UNBK ini tidak ada gangguan lagi. Juga kepada para siswa tetap semangat, dan tetap percaya diri dan kelulusan nanti bisa 100 persen,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Manager PLN Rayon Bintuhan Gema Sabarani, saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya mohon maaf atas pemadaman yang menyebabkan gangguan pada pelaksanaan UNBK tersebut. Untuk antisipasi pemadaman sudah dimaksimalkan agar tidak terjadi, jika memang ada, maka akan diprioritaskan untuk segera dinyalakan kembali.

“Kami mohon maaf, kejadian ini di luar kendali kami, karena adanya gangguan jaringan, dan akan kita dukung terus pelaksanaan UNBK ini agar dapat berjalan dengan lancar, dan juga kita sudah menyediakan genset di sekolah yang melaksanakan UNBK,” terangnya. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*