12 Jam Hilang, Pemancing Ikan Tewas

evakuasi
EVAKUASI: Korban Erwin ketika dievakuasi tim ke tepi pantai. (Foto RIZKY/BE).

BENGKULU, BE – Setelah selama sekitar 20 jam hilang dan terombang -ambing di laut, sekitar pukul 11.30 WIB Jumat (11/11) kemarin, jasad Erwin (30) warga jalan Irian Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu ditemukan dalam kondisi tewas. Korban ditemukan tim SAR, Tagana, BPBD dan Basarnas sekitar 70 meter dari bibir pantai.

Saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan berdiri terbawa arus. Mengetahui hal tersebut tim yang melakukan pencarian sejak hari Kamis (10/11) sore langsung bergegas mengevakuasi korban agar tidak menghilang terseret air laut kembali.Terdapatbekas luka di bagian kening korban dan mengeluarkan darah segar. Diduga terkena bebatuan atau karang di dalam laut.

Sementara pihak keluarga yang telah menunggu korban sejak sore Kamis (10/11), tampak shock dan menitikan air matanya.

Selanjutnya jasad korbandinaikan ke atas mobil ambulance Palang Merah Indonesia (PMI) dan dibawa ke ruangan Kamboja RSUD M Yunus Bengkulu untuk dibersihkan. Pukul 13.30 WIB kemarin, korban dibawa oleh keluarga menuju rumah duka untuk disemayamkan.

“Kita bersyukur, jenazahnyo biso ditemukan. Dari sore, malam sampai siang ini (kemarin,red) kito terus cari dan berdoa,” ucap keluarga korban, kemarin (11/11).

Sementara Kapolsek Kampung Melayu, Iptu Yudha Setiawan SH yang ikut melakukan pencarian mengatakan, pencarian korban telah dilakukan semaksimal mungkin oleh Basarnas, Dit Polairud Polda Bengkulu, tim SAR, Tagana, BPBD. Sehingga korban akhirnya bisa diketemukan tidak jauh dari awal mula korban terseret arus.

“Akhirnya perjuangan semua tim yang melakukan pencarian korban terbayar sudah dengan ditemukannya korban,” ujarnya.

Berduka

Sementara itu suasana duka menyelimuti kediaman Erwin di Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut, tepatnya tidak jauh dari pintu air pengendali banjir. Rumah semi permanen bercat hijau itu sudah ramai sejak malam hari sebelum jenazah Erwin ditemukan. Saat jenazah Erwin tiba di rumah sekitar pukul 15.30 WIB, tangis haru langsung pecah.

Diceritakan Darmawan (30) sepupu korban, terakhir bertemu dengan korban sekitar satu hari sebelum korban ditemukan meninggal di Kelurahan Suka Merindu. Sempat tidak percaya saat mendapatkan kabar korban tenggelam saat memancing di Lentera Hijau, Pulau Baai, Kamis (10/11) sore. Mengingat korban bisa dikatakan pandai berenang. Selain itu korban cukup sering memancing di sekitar Pulau Baai.

“Ketemu terakhir di Suka Merindu, dengar kabar dia tenggelam sempat kaget. Karena dia ini pandai berenang,” ungkap Darmawan.

Setelah kejadian ini, yang pasti keluarga jelas terpukul atas kepergian Erwin. Dimata Darmawan dan keluarga lain, almarhum merupakan orang yang mudah bergaul dengan orang lain.

Jenazah Erwin dikebumikan sekitar pukul 16.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tidak jauh dari rumah korban. Secara keseluruhan keluarga Erwin cukup terpukul atas musibah tersebut. Semua keluarga terlihat tertutup, mereka masih berduka setelah ditinggal salah satu anggota keluarga selama-lamanya.(167/614)