11 Titik Api Ditemukan

242343_kebakaran-hutan-di-riau_663_382Kemarau Hingga Desember

BENGKULU, BE – Musim kemarau diperkirakan masih cukup lama. Prakirawan Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Winda Ayu mengatakan, hujan sendiri diperkirakan baru akan turun atau memasuki musim penghujan pada Desember 2015 nanti. Artinya musim kemarau ini masih akan belangsung selama 2 bulan kedepan.

“Walaupun kemarau diprediksi hingga akhir Desember 2015, namun Bengkulu tetap akan merasakan hujan dengan intensitas ringan seperti yang terjadi pada Agustus dan September lalu. Hujan normal diperkirakan pada awal atau pertengah Januari,” pungkasnya.

Sementara itu, BMKG Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu saat ini menemukan sedikitnya 11 titik api di wilayah Provinsi Bengkulu yang tersebar di 4 kabupaten. Ke-11 titik api tersebut tersebar masing-masing di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Kecamatan Enggano sebanyak 2 titik, di Kabupaten Lebong sebanyak 1 titik, di Rejang Lebong tepatnya di Padang Ulak Tanding (PUT) sebanyak 4 titik dan terakhir di Kabupaten Kaur terdapat 4 titik yang tersebar di Kecamatan Kaur Tengah 2 titik, Kecamatan Nasal dan Kecamatan Maje masing-masing 1 titik.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Winda Ayu mengatakan, 11 titik panas yang ditemukan tersebut mengakibatkan beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu mulai diselimuti asap, walaupun tingkatnya tidak seperti di Sumsel dan Pekan Baru.

“Bahkan di Kota Bengkulu ini diselimuti asap, tapi tidak mengganggu jarak pandang karena kuantitas dan tingkat ketebalannya belum seberapa,” ujarnya.

Selain Kota Bengkulu, 6 wilayah lainnya juga diselimuti kabut asap, seperti Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Kaur.

“Ada paparan kabut asap, namun untuk jarak pandang masih dalam kondisi normal yakni 4 Km,” jelasnya.

Menurutnya, kabut asap yang mencul tersebut bukan hanya disebabkan kebakaran yang terjadi di Provinsi Bengkulu, melainkan sebagian besarnya kiriman dari Sumatera Selatan (Palembang), Jambi dan Riau.

“Kecepatan angin saat ini bertiup dari arah Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 18 knot per jam, dan angin inilah yang membawa kabut asap masuk beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu,” jelasnya lagi. (400)