10 Tahun Tanpa Listrik

“Kue” APBD Juga Tak Kebagian

TALO KECIL, BE-Sejak 10 tahun berdiri, desa Batu Balai, Kecamatan Talo Kecil hingga saat ini belum teraliri listrik. Selain tak masih gelap gulita, desa ini juga selalu tak kebagian “kue” APBD Kabupaten Seluma.

“Sampai detik ini kita belum ada listrik jalan akses ke desapun masih berkubang dan terpaksa berjalan di lingkungan perusahaan,” tegas Kades Batu Balai, Marjono, Kepada BE, kemarin (20/4).

Dikeluhkan kades, padahal titik api dari desa f tangga Banyu Kencana hanya berjarak 800 meter saja. Sehingga seharusnya pihak PLN bisa menambah tiang listrik saja ke kawasan desa. Menurutnya, jika memeng alasan angran untuk pembelian tiang desa siap mengalokasikan anggrannya. Bukan dengan cara tetap diam saja seperti saat ini.

“Padahal titik api terbilang dekat loh mas. Tapi kenapa tidak k nambahnya ke desa kami ini, “keluh kades.

Sehingga selama 10 tahun berjalan, 150 kepala keluarga(KK) dan sebanyak 523 jiwa fi desa hanya menggunakan lampu togok dan lilin semata. Hanya saja, beberapa KK saja yang menggunakan mesin disel untuk ke butuhan.

Namun lebih sering menggunakan nikmati lampu teplok untuk sehari – hari. Bahkan keluhan seperti ini sudah kerap disampaikan dalam bentuk proposal ke ESDM. Hanya saja, saat ini instansi ini telah dihapuskan. Sehingga saat ini desa kecil kembali menyampaikan proporasal.

“Kita kembali ke nyampaikan proposal ke DPRD agar bisa untuk di tindak lanjuti untuk di alokasikan anggaran maupun menyampaikan bantuan ke kementrian,”tegas kades.

Kades mengharapkan, agar pemda seluma serta DPRD seluma bisa menerima permohonan agar di tahun 2018. Bisa k ngalokasikan anggran pembangunan maupun untuk bisa mengaliri listrik. Atau mendapatkan program listrik murah untuk di pasang di desa.

Jika proposal yang disampaikan saat ini sudah secara detil menjelaskan akan kebutuhan desa. Hanya saja, tidak bisa melakukan pembangun dengan mengarapkan dana desa(DD) k ngingat DD hanya di perbolehkan untuk kepentingan desa yang berskala kecil. Serta angaran tersebut juga akan di pergunakan kepentingan umum lainnya.

“Anggaran desa jelas tidak memungkinkan untuk digunakan untuk pembangunan dan kebutuhan listrik semata. Melainkan juga ada skala prioritasnya,” imbuhya.

Sementara itu, Ketia komisi I DPRD Seluma Ansyori menegaskan aspirasi masyarakat ini tetap akan diterima dan diperuangkan. Hanya saja, apa yang disampaikan kades tersebut memang adanya dan sudah sepantasnya untuk bisa diwujudkan. Mengingat mereka bagian dari masyarakat seluma juga.

“Aspirasi ini bisa disterima dan jelas kita tahun 2018 mendatang juga akan mengarahkan pembangunan ke desa tersebut.”singkatnya.(333)