10 Cara ini Bisa Memperbaiki Kemampuan Anda Mendengarkan Orang Lain

Kemampuan mendengarkan orang lain dengan baik sering kali disepelekan. Padahal jika seseorang disekitar kita mengalami masalah kesehatan mental,  maka akan semakin penting bagi kita untuk bisa sepenuhnya hadir dan terlibat lewat kemampuan menjadi seorang pendengar yang baik.

CEO sebuah klinik layanan psikologi di Australia, ReachOut Australia, Jono Nicholas mengatakan mendengarkan dengan baik akan membuat orang lain merasa Anda menghargai mereka, dan rasa saling terhubung itu dapat juga meningkatkan kesehatan Anda.

 Kemampuan mendengarkan orang lain juga berpotensi memperbaiki dan memperdalam hubungan dalam situasi keseharian atau ketika seseorang benar-benar memerlukannya.
Jadi jika baik untuk Anda dan juga baik untuk orang lain, lantas bagaimana cara kita memperbaiki kemampuan mendengarkan tersebut?
Berikut 10 hal yang dilakukan oleh seorang pendengar yang baik yang bisa kita tiru:
1. Mengalokasikan waktu berbicara
Memberikan mereka waktu dan batasan itu merupakan hal yang mengganggu, menurut Direktur Pelayanan Psikologi Black Dog Institute, Associate Professor Vijaya Manicavasagar.
Jika Anda tidak memberikan waktu 100 persen, lebih baik berterus terang dan katakan, “Saya benar-benar ingin mendengarkan apa yang ingin Anda ceritakan tapi saya sekarang sedang sibuk. Bisakah kita melakukannya setelah saya selesai bekerja, jadi saya bisa konsentrasi mendengarkannya?,”
Jika seseorang menceritakan persoalan pribadinya sementara Anda tengah sibuk mengejar deadline, maka Anda tidak akan mungkin memberi perhatian penuh dan itu tidak akan membantu orang lain tersebut juga.
2. Biarkan mereka bicara
Pendengar yang baik akan membiarkan cerita mengalir.
“Biarkan orang berbagi cerita dan mendorong agar cerita itu tersampaikan dengan mengalir begitu saja,” kata Nicholas. “Biarkan mereka menyelesaikan apa yang hendak mereka katakan – jangan menyela … mereka mungkin memilih untuk berbicara kepada Andamengenai masalah Anda dan mereka percaya kepada Anda kalau Anda akan menghormati mereka,”
3. Jadilah orang yang ingin tahu
Kita sering mendengarkan dengan baik ketika kita terlibat dan tertarik dengan topik yang sedang dibagi, Nicholas mengamati. Cobalah berpikir: “Orang ini adalah cerita luar biasa yang sedang menanti untuk diceritakan daripada ini adalah orang yang saya harus berbagi cerita menakjubkan dengannya,” ia menyarankan.
4. Jangan menghakimi
Seseorang biasanya akan terbuka pada Anda dan berbagi pengalaman yang rentan karena dia percaya pada Anda, dan mereka tidak akan menggunakan informasi itu untuk membuat mereka merasa tersakiti, kata Nicholas.
Dorong mereka untuk berbagi tanpa merujuk kembali cerita itu pada Anda dan opini Anda pribadi, kata Nicholas. “Bahaslah masalah apapun itu yang mereka hadapi dan berusaha untuk memberikan saran ketimbang menghakimi mereka,”
5. Ajukan pertanyaan positif
Ketika mendengarkan ajukan kalimat tanya terbuka yang akan membiarkan seseorang berbicara dengan bebas. Dan cobalah katakan “Beritahu saya bagaimana hal itu bisa bermanfaat bagi Anda” ketimbang “apakah itu baik bagi Anda?”
“Satu sambutan akan mendorong percakapan dan yang lainya akan menutupnya,” papar Nicholas,
“Orang dengan sendirinya akan mengetahui apakah Anda memang secara tulus tertarik mendengarkan mereka atau tidak”
6. Berempatilah
Berusahalah untuk menempatkan diri Anda di posisi oerang lain, saran Manicavasagar. Bayangkanlah situasi seperti apa yang dihadapi seseorang akan membuat Anda lebih bersikap empati dan cepat memberi tanggapan pada apa yang mereka katakana.
“Dengan berempati Anda bahkan bisa jadi dapat menawarkan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalahnya,  karena ketika seseorang tertekan mereka tidak bisa berpikir lurus mengenai pilihan-pilihan apa yang bisa mereka lakukan,”
7. Merenung
Renungkan kembali dan cari tahu apakah interpretasi atau pemahaman Anda benar, dia menambahkan. “Orang lain tidak hanya akan merasa Anda memberikan perhatian pada mereka, tapi juga akan dapat membantu Anda berkonsolidasi dengan apa yang mereka katakana.”
Meneguhkan pemahaman Anda dapat membantu Anda mengajukan pertanyaan terbuka yang akan membantu orang lain merasa dimengerti dan dihargai.
8. Biarkan seseorang tidak sepakat
Tidak apa-apa memberitahu seseorang apa yang Anda pikirkan tapi jangan menyerang –  atau menunjukan seseorang kalau Anda merasa tersinggung – jika ternyata Anda berdua tidak sepakat atau memiliki pemahaman yang sama, kata Nicholas.
9. Gunakan bahasa tubuh
Tatap mereka, usahakan Anda terlihat tertarik pada mereka dan buat kontak mata (tanpa melototinya). Anggukan kepala dan lontarkan petunjuk verbal agar mereka tahu Anda memperhatikan cerita meraka.
Juga biarkan mereka yang menentukan. Seseorang ada yang lebih nyaman berbicara secara tatap muka sementara yang lain mungkin akan menganggap hal itu sediki membuatnya merasa ditantang. Anda mungkin melihat lebih baik mengubah situasi dengan menawarkan berbincang sambil berjalan kaki atau keluar dari ruangan rapat mencari cafe yang ramai.
10. Menarik diri dari percakapan dengan sopan
Bersikap jujurlah jika sebuah percapakan secara emosional memberatkan Anda dan juga membuat Anda tidak merasa nyaman.
Orang bisa mengungkapkan hal-hal yang mungkin tidak nyaman untuk didengar atau mungkin melampaui batasan dari hubungan,  menurut Manicavasagar.
“Berbuat jujur dengan sopan merupakan cara terbaik untuk mengatasinya,”
“Mereka tidakakan merasa tidak enak karena Anda menolak mereka – dan itu membantu mereka mengerti dimana posisi Anda,”
Anda juga bisa mengatakan Anda senang membicarakan topik lain dengannya, untuk membantu agar percakapan dan hubungan Anda bisa dengan cepat keluar dari situasi yang tidak menyenangkan.
Anda bisa bilang, “Saya merasa percakapan ini sedikit sulit untuk dihadapi saat ini tapi saya senang jika kita membicarakan hal yang lain,” saran Nicholas.
Jika Anda hendak mendengarkan orang lain tapi khawatir  percakapan tersebut akan dapat membuka ke situasi yang tidak dapat Anda atasi, berjalan selama 5 – 10 menit merupakan salah satu cara untuk menjaga kontrol.