Kepsek Target Penipuan

BENGKULU, BE– Penipuan mengatasnamakan kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Bengkulu dengan modus menjanjikan bantuan pada para kepala sekolah di Provinsi Bengkulu saat ini kian marak. Modusnya pelaku menelepon nomor telepon seluler pribadi kepala sekolah mengaku sebagai Kepala Dispendik Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman. Kadispendik palsu meminta sang kepala sekolah yang ditelepon bersilaturahmi padanya, seraya mengirimkan uang ke nomor rekening tertentu. Kadispendik palsu itu juga menjanjikan sekolah Kepsek bersangkutan mendapatkan bantuan dari Dispendik Provinsi Bengkulu. Selain via telepon seluler penipuan ada juga yang dilakukan dengan mengirim surat menggunakan kop Dispendik ke sekolah. Mirisnya sudah ada kepala sekolah yang tertipu telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening Kadispendik palsu tersebut.

Salah seorang kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) yang tidak mau disebutkan namanya kepada BE mengaku, ia telah ditelepon oleh orang yang mengaku dari Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu. “Saya diminta bertemu Pak Kadis Atisar Sulaiman, dan dijanjikan akan diberi bantuan,” katanya.

Beruntung Kepsek PAUD itu sempat berpikir dan menganalisa permintaan kepala dinas palsu tersebut.

”Permintaan itu janggal, masa setara kepala dinas provinsi memanggil kami satu persatu untuk datang ke kantornya dan mau memberikan bantuan,” tukas Sang Kepsek.

Sang Kepsek pun khawatir si penelepon bukanlah kepala dinas sesunguhnya. Benar saja, setelah dicek kepala Dinas Atisar Sulaiman tidak pernah meminta dirinya bersilaturahmi padanya seorang diri, apalagi meminta dikirimi uang. Setelah ia menceritakan kejadian itu pada temannya sesama kepala sekolah, ternyata kepala sekolah yang lain juga mendapat telepon dengan modus serupa. Bahkan ada kepala sekolah mengaku sudah mengirimkan uang ke rekening si penelepon tersebut.

Tentu saja kejadian ini membuat para kepala sekolah khawatir, dan meminta masalah ini secepatnya ditindaklanjuti agar tidak terjadi lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman S.Ag saat dikonfirmasi BE menuturkan, ia memang kerap mendapatkan laporan dari para kepala sekolah tenteng telepon dan surat yang ternyata penipuan tersebut. Menyikapi masalah ini ia telah mengimbau seluruh Kepsek untuk mengabaikan saja permintaan dan dijanjikan mendapatkan bantuan oleh oknum penipu tersebut.

“Kalau memang ada yang menelpon dan menjanjikan adanya bantuan, minta identitasnya, temui dan tunjukkan saja pada saya, ” katanya.

Atisar mengatakan tindakan seperti itu sudah kerap terjadi, bahkan ada yang sudah tertipu. Modusnya sama kepala sekolah diiming-iming mendapatkan bantuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas.

Modus operandinya pelaku menghubungi korban via handphone seluler pribadi Kepsek. Ada juga sebagian dengan cara menyurati sekolah layaknya surat resmi dari Dinas Pendidikan.

Menurutnya, kalau Kepsek tidak jeli bisa saja tertipu. Sebab surat dan suara pelaku yang menelepon itu sangat meyakinkan. Namun, ia tegaskan semua itu tidak dilakukan oleh Dinas Pendidikan.

“Saya tidak pernah mengeluarkan imbauan, edaran atau apapun supaya kepala sekolah menemui saya dan  saya janjikan dapat bantuan, jikapun mau mendapatkan bantuan prosedurnya harus mengusulkan dan mengajukan proposal,” katanya.

Karena itu Atisar mengimbau agar kepala sekolah berhati-hati dan tidak mudah mempercayai aksi jahat itu. ”Kita minta para kepala sekolah kedepan tidak mudah memercayainya, sehingga tidak ada korban untuk aksi yang dilakukan pelaku itu,” tandasnya. (247)